Mengenal IP Address, Subnet Mask, Default Gateway dan DNS

Salam bahagia teman-teman, semoga selalu dalam keadaan sehat. Pada kesempatan kali ini, aku akan berbagi pengetahuan terkait Apa itu IP Address, Subnet Mask, Default Gateway dan DNS. Ya mengingat kita selama ini mungkin cuma tau secara dasar kegunaannya, tanpa tahu konsep dari istilah tersebut secara teori. Jadi mari kita sama-sama belajar memahaminya.

IP Address
Alamat IP (Internet Protocol Address) atau sering disingkat IP adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4) dan 128-bit (untuk IPv6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Internet Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global.

Dalam pengertian lain, Internet Protocol (IP) Address dapat diartikan alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya.

ip address

Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6). Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang ditambahkan ke alamat IP, misalnya: 208.77.188.166/24.

Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. ip address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan.

Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan lokal. Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

1. Alamat IP versi 4 (IPv4)
Alamat IP versi 4 (IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia.

Jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol. Sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. Jadi bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.

2. Alamat IP versi 6 (IPv6)
Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit. Meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.

IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hirarki, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Default Gateway Router pict

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan. Sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix. Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.

Subnet Mask
Subnet Mask merupakan istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

Subnet Mask Class pict

RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:
[+] Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
[+] Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.

Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.

Default Gateway
Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet, suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan.

Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang mengupdate secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router Box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja. Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasang mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.

Default Gateway pict

Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat, kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).

Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel generic harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.

Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth/jalur akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu.

Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 alamat untuk menerima paket: pertama adalah nomor IP yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada jaringan tempat host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada nomor IP menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.

DNS
DNS (Domain Name System) atau Sistem Penamaan Domain merupakan sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

DNS Domain Name Server pict

DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Sekian dulu ilmu komputer dan internet yang dapat aku bagikan yang aku kumpulkan dari berbagai sumber, terkait Mengenal IP Address, Subnet Mask, Default Gateway dan DNS, semoga bermanfaat bagi teman-teman. Untuk ilmu dan pengetahuan menarik lainnya, silahkan stay on terus karena masih banyak wawasan yang bermanfaat lainnya.

Posted in TEKNOLOGI | 2 Comments

Apakah Penting Undang Undang IT itu?

I. Pengertian UU IT atau UU ITE

Menurur Wikipedia Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elekronik) yang disahkan DPR pada 25 Maret 2008 menjadi bukti bahwa Indonesia tak lagi ketinggalan dari negara lain dalam membuat peranti hukum di bidang cyberspace law. UU ini merupakan cyberlaw di Indonesia, karena muatan dan cakupannya yang luas dalam membahas pengaturan di dunia maya.

UU ITE ini mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya,baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya. Pada UU ITE ini juga diatur berbagai ancaman hukuman bagi kejahatan yang dialkuakn melalui internet. UU ITE juga mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat pada umumnya guna mendapatkan kepastian hukum, dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda tangan digital sebagai bukti yang sah di pengadilan.

Beberapa terobosan penting yang dimiliki UU ITE adalah tanda tangan elektronik yang diakui memiliki kekuatan hukum sama dengan tanda tangan konvensional (tinta basah dan materai); alat bukti elektronik yang diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHAP. UU ITE ini berlaku untuk tiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik di wilayah Indonesia maupun di luar Indonesia, yang memiliki keterkaitan hukum di Indonesia. Penyelesaian sengketa dapat diselesaikan dengan metode sengketa alternative atau arbitrase.

I. Alasan mengapa UU ITE itu penting ?

Salah satu alasan pembuatan UU ITE adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi. Kemunculan UU ITE membuat beberapa perubahan yang signifikan, khususnya dalam dunia telekomunikasi, seperti:
· Telekomunikasi merupakan salah satu infrastruktur penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
· Perkembangan teknologi yang sangat pesat tidak hanya terbatas pada lingkup telekomunikasi itu saja, maleinkan sudah berkembang pada TI.
· Perkembangan teknologi telekomunikasi di tuntut untuk mengikuti norma dan kebijaksanaan yang ada di Indonesia.
UU ITE sudah cukup komprehensif dalam mengatur informasi elektronik dan transaksi elektronik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa cakupan materi UU ITE yang merupakan terobosan baru yang sudah dijelaskan sebelumnya. Beberapa hal yang belum diatur secara spesifik diatur dalam UU ITE, akan diatur dalam Peraturan Pemeritanh dan peraturan perundang

II. Keuntungan atau manfaat dari UU ITE

Beberapa manfaat dari UU. No 11 Tahun 2008 tentang (ITE), diantaranya:
· Menjamin kepastian hukum bagi masyarakat yang melakukan transaksi secara elektronik.
· Mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia
· Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kejahatan berbasis teknologi informasi
· Melindungi masyarakat pengguna jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan adanya UU ITE ini, maka:
· Transaksi dan sistem elektronik beserta perangkat pendukungnyamendapat perlindungan hukum. Masyarakat harus memaksimalkanmanfaat potensi ekonomi digital dan kesempatan untuk menjadipenyelenggara Sertifikasi Elektronik dan Lembaga Sertifikasi Keandalan.
· E-tourism mendapat perlindungan hukum. Masyarakat harusmemaksimalkan potensi pariwisata indonesia dengan mempermudahlayanan menggunakan ICT.
· Trafik internet Indonesia benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa. Masyarakat harus memaksimalkan potensi akses internet indonesia dengan konten sehat dan sesuai konteks budaya Indonesia.
· Produk ekspor indonesia dapat diterima tepat waktu sama dengan produk negara kompetitor. Masyarakat harus memaksimalkan manfaat potensikreatif bangsa untuk bersaing dengan bangsa lain

III. Cakupan Materi UU ITE

· Informasi elektronlik dan/atau dokumen elektronik.
Informasi elektronik adalah salah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, EDI, e-mail, telegram, teleteks, telecopy, atau sejenisnya yang telah diolah memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
Dokumen elektronik adalah setiap informasi elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromangnetik, optikal, atau sejenisya yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui komputer atau system elektronik.
· Transaksi elektronik : perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan computer, jaringan komputer, dan/atau media elektronik lainnya.
· Tanda tangan elektronik: tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terikat dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentifikasi.
· Penyelenggaran sertifikasi elektronik (certification authority) : badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang layak dipercaya dalam memberikan dan mengaudit Sertifikasi Elektronik.
· Nama domain: alamat internet dari penyelenggara Negara, orang, badan usaha, dan/atau masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet. Alamat ini berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.
· HaKI: Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang di dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan Peraturan Perundang-undangan (Pasal 25 UU ITE).
· Data Pribadi (privasi): penggunaan tiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutam, kecuali ditentukan lain oleh Perundangan-undangan.

IV. Perbuatan Dilarang dan Ketentuan Pidana:

1. Indecent Materials/Ilegal Content (Konten Ilegal). Sangsi: Pidana penjara paling lama 6-12 tahun dan/atau denda antara RP. 1 M – Rp. 2 M (Pasal 45 UU ITE).
2. Ilegal Access (Akses Ilegal). Sangsi: Pidana penjara paling lama 6-8 tahun dan/atau denda antara Rp. 600 juta – Rp. 700 juta (pasal 46 UU ITE).
3. Ilegal Intercedption (Penyadapan Ilegal). Sangsi: Pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling besar Rp. 800 jt (Pasal 47 UU ITE).
4. Data Interference (Gangguan Data). Sangsi: Pidana penjara max 8-10 Tahun dan/atau denda antara Rp. 1 M – Rp. 5 M (pasal 48 UU ITE).
5. System Interference (Sistem Interference). Sanksi: pidana penjara paling lama 10 tahun dan/ atau denda paling besar RP. 10 M (pasal 49 UU ITE).
6. Missue of devices (Penyalahgunaan Perangkat). Sanksi: pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling besar Rp. 10 M (pasal 50 UU ITE).
7. Computer related fraud dan forgery (Penipuan dan Pemalsuan yang berkaitan dengan komputer). Sanksi: Pidana penjara paling lama, 12 tahun dan/atau denda paling besar 12 M (pasal 51 UU ITE).

Daftar Pustaka:
http://www.docstoc.com/docs/20334278/seputar-uu-no-11-tahun-2008-tentang-informasi
http://www.tempo.co.id/hg/peraturan/2004/03/29/prn,20040329-17id.html

Analisa UU ITE

http://mala06-telematika-telematika.blogspot.com/2010_04_01_archive.html
http://freezcha.wordpress.com/category/internet/
http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik

Posted in TEKNOLOGI | Leave a comment

Chief Information Officer – CIO, Apa, Siapa dan Bagaimana ?

Chief Information Officer – CIO, Apa, Siapa dan Bagaimana ?

Abstrak :

Pesatnya perkembangan teknologi informasi, telekomunikasi dan broadcasting memberikan dampak yang besar bagi enterprise – yaitu organisasi profit maupun non profit. Perubahan dunia menuju digital economy tersebut membawa dampak yang besar terhadap kelangsungan suatu enterprise. Berlebihnya informasi, munculnya teknologi baru dan usangnya teknologi lama dan tekanan-tekanan dari competitor untuk menguasai market, membuat suatu enterprise perlu melakukan perubahan-perubahan secara cepat dan efisien berbasis yang teknologi dan informasi. Oleh karena itu diperlukan kemampuan mengelola informasi dan teknologi, manajemen risiko, manajemen pengetahuan, dan investasi. Keempat hal tersebut yang harus dilakukan oleh Chief Information Officer ( CIO ).

Pembahasan tentang CIO diawali dengan kondisi realita di dunia enterprise dan kemudian pendapat-pendapat tentang CIO yang berdasarkan hasil survey. Dilanjutkan kemudian dengan Peranan dan Persyaratan CIO, Peranan CIO di BUMN Industri Startegis PT YYYY – Indonesia dan diakhiri dengan kesimpulan tentang CIO.

Kata Kunci : Gaj CIOi, Survey, Teori Keagenan, Kapanpun-Dimanapun-Layanan Apapun,

CIO, Business enabler

Masalah : Apa dan siapa CIO

Metode : Melakukan studi literatur dengan cara mengumpulkan informasi dari seminar, konferensi dan Internet.

Pembahasan

Gaji CIO

”Gaji CIO bisa menembus ratusan juta rupiah per bulan. Seorang narasumber membisikkan, gaji CIO di grup perusahaan besar bisa Rp60–90 juta per bulan. Sementara itu, di perusahaan dengan skala menengah gajinya Rp40–60 juta. Sedangkan perusahaan beromzet kurang dari Rp100 miliar per tahun mampu menggaji CIO paling tinggi antara Rp20–30 juta per bulan”1)

Hasil Survei tentang CIO

Menurut Price Waterhouse Coopers2) tentang peran CIO pada tahun 1990-an, hubungan CIO dengan teknologi adalah sebesar 76%, sedangkang tahun 2000-an menjadi 20% dan bahkan berubah menjadi mitra strategis CEO dalam memberi dukungan solusi strategis organisasi.

Survei global IBM yang melibatkan lebih dari 170 CIO perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia lewat suatu survey yang berjudul IBM CIO Leadership Forum Survey menunjukkan bahwa :
Kurang lebih sekitar 84% CIO percaya bahwa TI secara signifikan akan mengubah industri
Kurang lebih 16% dari CIO yang mengakui bahwa perusahaan mereka sudah sepenuhnya memanfaatkan TI.

Dalam studi IBM yang lain, IBM Global CEO Study, telah dilakukan riset komprehensif terhadap 750 Chief Executive Officers (CEO) dengan hasil :

· 80% di antara CEO memandang Integrasi bisnis dan teknologi sebagai hal yang sangat penting.

o 45% dari para CEO dari angka di atas sudah mengintegrasikan kedua unsur tersebut secara luas di dalam perusahaan mereka.

Menurut para CEO yang telah mengintegrasikan bisnis dan teknologi, mengatakan bahwa perusahaan mereka telah mengalami peningkatan pendapatan 3 kali lipat lebih sering dari perusahaan-perusahaan yang kurang terintegrasi. Kelompok CEO ini juga mengaku dapat meraih pendapatan 5% lebih cepat dari pesaing-pesaingnya

Menurut Julianto Sudarto, Country Managing Director Accenture, penelitian terhadap CIO atau CTO tentang peran mereka dalam pengembangan teknologi informasi (TI), termasuk urusan belanja dan pengelolaannya menunjukkan 60% dari mereka telah diberi tanggung jawab menentukan kepentingan bisnis perusahaan.

Lembaga Riset Accenture telah melakukan penelitian terhadap 48 CIO dan CTO di Malaysia, Singapura dan Indonesia – yang merupakan bagian dari penelitian global Accenture terhadap 500 CIO dari perusahaan publik maupun swasta di 22 negara.

Menurut Julianto Sudarto, Country Managing Director Accenture, hasil penelitian terhadap CIO atau CTO tentang peran mereka dalam pengembangan teknologi informasi (TI), termasuk urusan belanja dan pengelolaannya menunjukkan :

· 60% dari mereka telah diberi tanggung jawab menentukan kepentingan bisnis perusahaan.
Belanja TI di Indonesia mayoritas ditentukan divisi TI (50%), Singapura 12% dan Malaysia 27%. Sementara itu, arahan kantor pusat hanya 21% — ini pun bila ada penyelarasan program yang bersifat global.
Untuk perubahan infrastruktur yang dominan dan alih daya infrastruktur, CIO di Singapura lebih berperan ketimbang CEO-nya (masing-masing 94%), sementara di Malaysia 80% dan Indonesia Hanya 77% dan 71%.
Untuk keputusan aplikasi (upgrade, perubahan atau alih daya), Persentase keterlibatan CIO Indonesia berkisar 31%-57%, sedangkan di Singapura 50%-94%.

Hasil survei Lynda Applegate, Profesor di Harvard Business School tentang aktivitas kerja yang dilakukan seorang CIO dalam bekerja, menunjukkan bahwa kegiatan utama CIO adalah Strategi perusahaan, SDM dan Operasi. Hasil survei tersebut adalah sebagai berikut :

Gambar 1 Aktifitas CIO4)

Bila dilihat pada gambar 1-Aktifitas CIO, faktor teknis TI hanya 19% dari total 100%. Hal ini menunjukkan faktor teknis tidak memberikan kontribusi yang sangat berarti, karena faktor strategi (27%), SDM (17%), Operasi (13%) dan sebagainya justru lebih diutamakan. Dari hasil survei di atas dapat terlihat alasan utama mengapa CEO cenderung menyukai CIO berlatar belakang non TI. CEO akan lebih mudah berkomunikasi dengan CIO yang bersifat “business managers” daripada “technical managers”. Sehingga, pengetahuan bisnis dan manajemen yang memadailah yang lebih diperlukan dalam kriteria pemilihan CIO.

Latar Belakang pentingnya Informasi, Teknologi dan Komunikasi

Kasus fraud yang menimpa Enron, WorldCom, Philadelphia, Tyco menyadarkan kalangan bisnis di AS tentang pentingnya IT Governance. Bahkan dibuatlah the Sarbanes-Oxley Act di tahun 2002 untuk mengembalikan keyakinan para stakeholder. SOA mewajibkan eksekutif perusahaan menyatakan pertanggung-jawaban mereka dalam membangun, mengevaluasi dan memonitor keefektifan sistem pengendalian intern dimana fungsi IT menjadi sangat krusial untuk memenuhi persyaratan tersebut. Akibat dari SOA tersebut :

· Belanja IT di seluruh dunia naik dengan pertumbuhan 5% atau US$916 milyar di tahun 2004 (IDC, 2005), Lebih dari US$ 3,1 triliun pada 2006 dan diperkirakan meningkat di tahun 2007.

· Khusus belanja IT di Asia Pasifik, ternyata pembelanjaan TI (11%/tahun) melampaui kawasan lain di dunia.

o India dan Cina berada di jajaran terdepan dari pembelanjaan ini (tumbuh 40% dan 20% per tahun).

o Kawasan Asia Tenggara tumbuh dua digit.

Kasus Enron tersebut diatasi dengan IT Governance, salah satunya dengan GCG – Good Corporate Governance. GCG dapat mengatasi teori keagenan di dalam bisnis dengan cara penggunaan perangkat-perangkat IT.

Teori keagenan di dasarkan pada 3 asumsi yaitu :
Asumsi sifat manusia :

Asumsi sifat manusia menekankan bahwa manusia mempunyai sifat mementingkan diri sendiri, mempunyai keterbatasan rasional dan tidak menyukai resiko.
Asumsi keorganisasian

Asumsi keorganisasian menekankan adanya konflik antar organisasi, efisiensi sebagai kriteria efektifitas dan adanya asimetri informasi antara principal dan agen.
Asumsi informasi

Asumsi Informsai menekankan bahwa informasi sebagai barang komoditi yang dapat diperjual belikan.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan membanjirnya informasi, maka kegiatan bisnis menjadi semakin kompleks. Hal ini disebabkan semakin dekatnya “jarak” antara pelaku bisnis, boleh dikata dalam hitungan detik para pelaku bisnis dapat saling berhubungan dalam bentuk apapun. Ada 3 faktor utama yang menyebabkan perubahan-perubahan mendasar pada kegiatan ekonomi :
Teknologi

Kemajuan-kemajuan Hardware di dunia komputer, di dunia telekomunikasi, dan trend bergabungnya teknologi-teknologi tersebut dan teknologi lainnya dengan tujuan menyediakan Layanan Universal, Personal dan dengan kemampuan mobilitas. “ Kapan pun, di mananpun, layanan apapun”. Hal ini tidak lepas dari teori keagenan di atas.
Pasar

Akibat dari kemajuan teknologi, terjadi juga perubahan-perubahan di sisi Market. Perubahan dari Kekuatan kustomer yang ingin Layanan apapun, Kapan pun, dan di manapun membawa perubahan pula di sisi Vendor. Munculnya real time operation, JIT, TQM, CRM semuanya tidak lepas dari persaingan vendor untuk menyediakan Layanan bagi kustomer. Bakan vendor bisa jadi harus merubah strategi perusahaannya, proses bisnis dan manajemennya.
Regulasi

Perubahan teknologi dan pasar, membuat pemerintah perlu membuat aturan-aturan baru. Perubahan teknologi yang menyebabkan perubahan perilaku bisnis, harus di atur dengan aturan-aturan baru.

Dampak langsung yang timbul dari sebab-sebab di atas dapat kita rasakan secara langsung, antara lain :
Interaksi yang intens dengan vendor dan konsumer
Perubahan Managemen dan Teknologi
Perubahan Atitude para eksekutif dan stakeholder

Peran CIO

Disinilah CIO dituntut perannya. CIO harus bisa membuat suatu perusahaan mendapat profit margin yang besar akibat adanya perubaha-perubahan teknologi, pasar dan regulasi yang membawa dampak perubahan perilaku bisnis.

Menurut Indra Utoyo, Direktur Teknologi Informasi/CIO PT Telkom Tbk, CIO memiliki peran dalam mengeliminasi kompleksitas dengan memilih teknologi yang bisa mendukung sasaran kegiatan bisnis. Dan hal itu dimulai dari praktek-praktek manajemen, bukan dari teknologinya.

Menurut Presiden Direktur IBM Indonesia Betti Alisjahbana, peran CIO sekarang adalah menjadi TI pemberdaya dan katalis inovasi. Tujuannya adalah untuk menentukan arah bisnis strategis dan menawarkan ide-ide baru serta menyejajarkan TI sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat bisnis. Jadi, peran CIO berubah dari business support menjadi business enabler3)

Tugas CIO :
Munculnya tugas dan wewenang CIO di bidang strategis dan semakin meningkatnya peran tersebut. CIO harus mengenali pengaruh TIK terhadap organisasi, menentukan arah / strategi TIK yang menjamin adanya keselarasan antara strategi bisnis dan strategi TIK
Antisipasi perubahan teknologi, market dan regulasi.

Kemampuan mengenali perkembangan, potensi teknologi dan bisnis TIK dalam konteks pemanfaatan peluang bagi organisasi dan transformasi organisasi dan perlu menekankan kepada pelaku organisasi tentang pentingnya era web-based services dibandingkan kemajuan teknologinya sendiri
CIO bertugas mengorganisasikan dan melindungi asset-aset TI perusahaan

Menentukan dan menjamin tatakelola TIK yang benar dan baik dalam organisasi sehingga dinamika organisasi selalu menuju pada tujuannya.
CIO bertugas sebagai visioner yang memimpin dan mengendalikan strategi perusahaaan.

Merumuskan visi dan misi; menterjemahkannya menjadi tujuan organisasi; kemudian menjalankan dan memimpin organisasi TIK untuk mencapai hasil-hasil sesuai visi, misi dan tujuan organisasi
CIO menjadi leader dalam pengukuran dan pengembangan new computing.

Mendemonstrasikan dan melakukan pengukuran nilai dari TIK, secara proaktif mengatur performansi berdasarkan hasil yang didapatkan.
CIO bertugas untuk menjembatani Gagap teknologi

Mendistribusikan teknik baru hasil pengembangan, alat dan pendekatan yang dilakukan

Persyaratan CIO

Untuk menjadi CIO, orang harus memenuhi persyaratan CIO, antara lain:
Figur CIO adalah yang memiliki kemampuan bisnis

Kebutuhan perusahaan terhadap figur CIO mengalami pergeseran. Rata-rata figur CIO yang dicari adalah yang memenuhi persyaratan dan kompetensi yang lebih tinggi, serta memenuhi kriteria business people, bukan techno people. Bahkan banyak perusahaan saat ini yang mencari CIO yang memiliki latar belakang keuangan. Oleh karena itu CIO harus mempunyai kompetensi
kepemimpinan bisnis seperti negosiasi, hubungan dengan pelanggan, kontrak,
kemampuan tentang manajemen perubahan karena perubahan yang cepat di bidang teknologi, market dan regulasi.
Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

Pada ummumnya Profesional TI suka akan informasi terbaru dari teknologi terbaru. Sehingga lebih banyak berinteraksi dengan mesin daripada dengan manusia lain. Atau biasa disebut “technologist” yang pendiam dan tertutup dalam hubungan sosial tetapi cenderung kompleks, detil dan komplit saat bicara tentang bidang yang memang disukainya.

Berbeda dengan pola komunikasi seorang “businessman” yang lebih generalis dan menyukai solusi yang sederhana, sering bermetafora dalam negosiasi dan lobi.
Pengetahuan manajemen yang bagus

CIO juga harus “mengerti” seluk beluk bisnis dan manajemen, mengerti arti investasi dan menerjemahkannya dalam bentuk hitungan finansial bisnis (misalnya ROI, Cashflow, NPV), dapat menjalankan fungsi manajemen lintas departemen, dan menciptakan value bagi peningkatan revenue perusahaan melalui TI dengan strategi bisnis yang tepat. Dengan demikian CIO harus memiliki kompetensi di bidang manajemen teknologi informasi, perencanaan strategis teknologi informasi, manajemen proyek teknologi informasi
MempunyaiSoft-skills dan Hard-skill yang bagus

CIO harus mempunyai kompetensi di bidang teknis yaitu kompetensi penguasaan teknologi informasi. Sepuluh hal-hal dasar yang diinginkan dari seorang CIO di Indonesia adalah kemampuan soft-skill dan hard-skill.

· Soft skill :

Kemauan belajar hal baru, Jujur, Kreatif/inovatif, Bahasa Inggris, Disiplin, Kemampuan analisis, Kemampuan bekerja dalam tim, Ketrampilan interpersonal, Komunikasi lisan, Problem solving skills

· Hard-skills

Keamanan jaringan (networking security), Algoritma, Perancangan basisdata, Struktur data, Administrasi jaringan, Ketrampilan terkait dengan hardware, Metode pengembangan system informasi, Object oriented analysis/ design/ programming, SQL, TCP/IP

Problematika yang dihadapi CIO

Dalam pekerjaanny, seorang CIO akan menghadapi banyak masalah. Masalah-maslah yang sering dihadapi8) antara lain :

Rank Issue

1 IT and Business Aligment

2 Attracting, developing, retaining IT Professional

3 Security and Privay

4 IT Strategic Planning

5 Speed and Agility

6 Government Regulation

7 Complexity reduction

8 Measuring the performance of the IT Organization

9 Creating an information Architecture

10 IT Governance

Peranan CIO di PT.xxx

Berdasarkan 3 kelompok perubahan yaitu teknologi, market dan regulasi, maka CIO-nya dituntut untuk :
Menguasi kemajuan di bidang teknologi.

Perubahan yang sangat cepat di bidang teknologi dengan munculnya teknologi-teknologi seperti GPRS, CDMA-200, cdma-2000 EV-DO, 3G, WiMax, dll sangat perlu di antisipasi dan katalog-kan. Saat ini bisnis yang diterjuni adalah :
Teknolgi Akses Radio GSM, 2.5G, 3G dan 3,5G
Teknologi Akses Radio cdma2000, cdma2000 EV-DV dan cdma 2000 EV-DO
Teknologi Akses OAN, MS-OAN
Teknologi Transport SDH Optik, NGN SDH
Teknologi Transport SDH dan PDH Radio
Teknologi Next Generation Network
Teknologi Civil, Mechanical, Electrical seperti Tower, Shelter dan Gedung, Genset
Teknologi Akses berbasis IP Pre-Wimax, Wimax
Menguasai pemahamam tentang Market

Perubahan teknologi dan kemajuan industri menyebabkan globlasisasi sehingga terbuka peluang bagi vendor-vendor di luar masuk ke Indonesia beserta teknologinya. Hal ini memang tidak bisa dibendung. Sehingga perusahaan harus mengubah strategi-nya.

Salah satu contoh perubahan strategi ini sudah dialami oleh perusahaan telekomunikasi asal Amerika, yaitu Motorola. Motorola melakukan produksi di China agar memperoleh harga produk yang murah dan dekat dengan pasar Asia.

Sebagai contoh persaingan adalah :

· Produk dari China ZTE untuk CDMA, OAN, MS-OAN dan Aksesories

· Produk dari China Huawei untuk CDMA, OAN, MS-OAN dan Aksesories

· Produk dari Taiwan Repeater seperti Comba

· Produk dari Korea untuk CDMA, Transmisi dan Aksesories

· Produk-produk dari Eropa Untuk GSM seperti Nokia, Siemen, Ericsson, Motorola

Perubahan Strategi ini harus di dukung dengan informasi-informasi bisnis dan juga teknologi yang tepat.

Selain munculnya producen-produsen dari asia, munculnya operator-operator baru memunculkan pula pola bisnis baru. Operador Baru dengan dana yang tidak terlalu besar, harus bersaing dengan operador-operator lama yang sudah melampui Break Event Point. Dengan coverage yang sangat luas tentunya dibutuhkan dana yang sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, maka muncul pola baru :

– Pola Build, Operate and Transfer ( BOT )

– Pola Build, Operate – Leased ( BOL )

– Pola Sharing Infrastruktur
Menguasai pengetahuan tentang Regulasi

Munculnya perubahan teknologi menjadikan munculnya aturan-aturan baru.

· Kewajiban bagi operator untuk menyediakan Layanan Universal USO

· Seperti aturan frekuensi 3 G dan telah dilakukannya lelang frekuensi 3 G,

· frekuensi WiMAx yang belum ditentukan,

· aturan VoIp, Multimedia dan mungkin juga aturan tentang Unified License.

Disinilah PT.xxx dituntut untuk memperjuangkan kepentingannya di bidang regulasi.

Dengan mencermati perkembangan-perkembangan teknologi, market dan regulasi, maka CIO dituntut untuk mengikuti perubahan dengan memperhatikan kondisi perusahaan. Kondisi perusahaan saat ini adalah :
Strategi

Menjadi penyedia jasa bagi pelanggan. Saat ini PT.xxx menjadi penyedia jasa di operator-operator telekomunikasi seperti TELKOM, INDOSAT GROUP, TELKOMSEL, MOBILE 8, XL, ESIA. Di bidang teknologi, xxx tidak mempunyai core produk. Strategi bisnis yang sudah berhasil dilakukan selama ini adalah sebagai main kontraktor dengan pembiayaan sendiri atau dengan pola Konsorsium. Di bidang regulasi, xxx tidak dapat mempengaruhi regulasi.

Dengan perubahan-perubahan tersebut maka seorang CIO bertugas untuk membantu :
Menyediakan infrastruktur untuk Decision Making
Koordinasi dengan berbagai divisi bisnis untuk melakukan pemilihan partner, produk, dan pelanggan
Arsitektur IT

Seorang CIO harus bisa memotret keadaan IT di perusahaan dan kemudian melakukan analisa apakah sistem informasi tersebut sudah efektif. Pada umumnya sistem yang digunakan adalah de-sentralisasi di berbagai Divisi, bahkan seperti PT.xxx tidak mempunyai Divisi khusus yang menangani IT. Sehingga jika terjadi gangguan, tidak ada kejelasan tanggung jawab. Biasanya di departemen-departemen tersedia aplikasi-aplikasi yang berbeda. Demikian juga data-data. Data-data lebih banyak tersimpan di pengguna, sehingga tidak ada sharing data. Masing-masing divisi mempunyai kebijakan-kebijakan sendiri. Produk kadang-kadang ditangani oleh banyak divisi sehingga terjadi double investasi, double SDM dan terjadi perbedaan-perbedaan harga untuk produk yang sama.

Sumber Daya Manusia

Dengan perkembangan teknologi dunia yang pesat, maka dibutuhkan tenaga terdidik dan tenaga ahli dengan kemampuan yang harus berubah secara cepat pula. Di PT.xxx sebagian besar berpendidikan bukan sarjana dan menjadi pejabat strategis, sehingga lebih banyak berhubungan dengan sistem informasi Transaction Processing System. Knowledge worker jumlahnya sangat sedikit dan kebanyakan fungsional. Dengan gaji yang rendah dan tanpa posisi, sudah banyak Knowledge worker yang pindah perusahaan. Perpindahan knowledge worker tersebut disertai pula perpindahan kemampuan yang melekat.
Operasi

Di bidang operasional sehari –hari, sudah berjalan Sistem Informasi Pelaporan yang terintegrasi. Tetapi masih banyak perbedaan harga beli dan harga jual dari divisi-divisi dan belum terjadi sinkronisasi. Di samping itu, masih banyak divisi yang belum mendasarkan layanannya pada web-service. Kegiatan operasional yang meliputi Instalasi, test commissioning dan integrasi, Manajemen Proyek serta Maintenance belum terkontrol secara on-line.

Dengan kondisi-kondisi tersebut di atas, maka CIO mempunyai fungsi-fungsi antara lain :

Di bidang Strategis :
Membantu merumuskan kebijakan strategis
Membantu transformasi bisnis tradisional menjadi e-bisnis
Menyelaraskan kemajuan bisnis dengan teknologi, informasi dan telekomunikasi
Melakukan inovasi di bidang produk-produk pengembangan sendiri

Di bidang Operasional, Maintenance dan Services
Menyediakan Layanan terhadap pelanggan, terhadap pemasok dan terhadap internal perusahaan yang berbasiskan web-service
Membantu Perubahan bisnis secara cepat
Membantu pemilihan supplier
Mengadakan e-auction dan e -procurement
Penguasaan dan Pemerataan Kemampuan Teknologi
Penyelarasan data-data di seluruh divisi bisnis
Penyelarasan sistem informasi
Mereduksi Biaya Produksi dan Meningkatkan Profit Margin
Mendekatkan PT.xxx dengan perusahaan rekanan melalui Web Service dengan layanan-layanan seperti Maintenance, Monitoring kemajuan proyek

Di bidang korporasi
Mengurangi korupsi dengan implementasi TI sebagai wahana GCG
Meningkatkan kualitas dan kemampuan SDM dan memperbanyak knowledge worker
Meningkatkan Penerapan Sistem Informasi

Kesimpulan
Chief Information Officer adalah Pejabat yang mempunyai kompetensi bisnis-manajerial, kompetensi teknologi informasi untuk menentukan strategi dan operasional perusahaan berdasarkan data, informasi, knowledge yang terintegrasi dan akurat.
Peran Chief Information Officer (CIO) merupakan bagian dari manajemen yang bertugas menyelaraskan perubahan dan kemajuan Teknologi, Bisnis dan Regulasi dengan kepentingan bisnis perusahaan.

Daftar Pustaka

1) http://www.warta-ekonomi.com, Rabu- 24 Oktober 2007

2) http://www.warta-ekonomi.com, Majalah Warta Ekonomi No. 22,

3) http://www.detik.com, detikINET, Senin-30 Juli 2007.)

4) Lynda Applegate, Profesor di Harvard Business School

5) http://Hannysanjs.multiply.com

6) http://fathulwahid.wordpress.com

7) Peran CIO Indonesia dalam Investasi TI, Julianto Sidarto, Senin-04 Juni 2007, Majalah SWA,

8) IT for Management 6th, Turban –Leidner, 2007, John Wiley & Sons Inc.
kutip dari : http://kuliah.wikidot.com/cio
Kristanta Riyadi, 23207056
Chief Information Officer -CIO
Apa, Siapa dan Bagaimana ?

Posted in SOSIO TEKNOLOGI INFORMASI | Leave a comment

Apakah Penting Undang Undang IT itu?

I. Pengertian UU IT atau UU ITE

Menurur Wikipedia Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elekronik) yang disahkan DPR pada 25 Maret 2008 menjadi bukti bahwa Indonesia tak lagi ketinggalan dari negara lain dalam membuat peranti hukum di bidang cyberspace law. UU ini merupakan cyberlaw di Indonesia, karena muatan dan cakupannya yang luas dalam membahas pengaturan di dunia maya.

UU ITE ini mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya,baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya. Pada UU ITE ini juga diatur berbagai ancaman hukuman bagi kejahatan yang dialkuakn melalui internet. UU ITE juga mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat pada umumnya guna mendapatkan kepastian hukum, dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda tangan digital sebagai bukti yang sah di pengadilan.

Beberapa terobosan penting yang dimiliki UU ITE adalah tanda tangan elektronik yang diakui memiliki kekuatan hukum sama dengan tanda tangan konvensional (tinta basah dan materai); alat bukti elektronik yang diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHAP. UU ITE ini berlaku untuk tiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik di wilayah Indonesia maupun di luar Indonesia, yang memiliki keterkaitan hukum di Indonesia. Penyelesaian sengketa dapat diselesaikan dengan metode sengketa alternative atau arbitrase.

I. Alasan mengapa UU ITE itu penting ?

Salah satu alasan pembuatan UU ITE adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi. Kemunculan UU ITE membuat beberapa perubahan yang signifikan, khususnya dalam dunia telekomunikasi, seperti:
· Telekomunikasi merupakan salah satu infrastruktur penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
· Perkembangan teknologi yang sangat pesat tidak hanya terbatas pada lingkup telekomunikasi itu saja, maleinkan sudah berkembang pada TI.
· Perkembangan teknologi telekomunikasi di tuntut untuk mengikuti norma dan kebijaksanaan yang ada di Indonesia.
UU ITE sudah cukup komprehensif dalam mengatur informasi elektronik dan transaksi elektronik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa cakupan materi UU ITE yang merupakan terobosan baru yang sudah dijelaskan sebelumnya. Beberapa hal yang belum diatur secara spesifik diatur dalam UU ITE, akan diatur dalam Peraturan Pemeritanh dan peraturan perundang

II. Keuntungan atau manfaat dari UU ITE

Beberapa manfaat dari UU. No 11 Tahun 2008 tentang (ITE), diantaranya:
· Menjamin kepastian hukum bagi masyarakat yang melakukan transaksi secara elektronik.
· Mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia
· Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kejahatan berbasis teknologi informasi
· Melindungi masyarakat pengguna jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan adanya UU ITE ini, maka:
· Transaksi dan sistem elektronik beserta perangkat pendukungnyamendapat perlindungan hukum. Masyarakat harus memaksimalkanmanfaat potensi ekonomi digital dan kesempatan untuk menjadipenyelenggara Sertifikasi Elektronik dan Lembaga Sertifikasi Keandalan.
· E-tourism mendapat perlindungan hukum. Masyarakat harusmemaksimalkan potensi pariwisata indonesia dengan mempermudahlayanan menggunakan ICT.
· Trafik internet Indonesia benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa. Masyarakat harus memaksimalkan potensi akses internet indonesia dengan konten sehat dan sesuai konteks budaya Indonesia.
· Produk ekspor indonesia dapat diterima tepat waktu sama dengan produk negara kompetitor. Masyarakat harus memaksimalkan manfaat potensikreatif bangsa untuk bersaing dengan bangsa lain

III. Cakupan Materi UU ITE

· Informasi elektronlik dan/atau dokumen elektronik.
Informasi elektronik adalah salah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, EDI, e-mail, telegram, teleteks, telecopy, atau sejenisnya yang telah diolah memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
Dokumen elektronik adalah setiap informasi elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromangnetik, optikal, atau sejenisya yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui komputer atau system elektronik.
· Transaksi elektronik : perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan computer, jaringan komputer, dan/atau media elektronik lainnya.
· Tanda tangan elektronik: tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terikat dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentifikasi.
· Penyelenggaran sertifikasi elektronik (certification authority) : badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang layak dipercaya dalam memberikan dan mengaudit Sertifikasi Elektronik.
· Nama domain: alamat internet dari penyelenggara Negara, orang, badan usaha, dan/atau masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet. Alamat ini berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.
· HaKI: Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang di dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan Peraturan Perundang-undangan (Pasal 25 UU ITE).
· Data Pribadi (privasi): penggunaan tiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutam, kecuali ditentukan lain oleh Perundangan-undangan.

IV. Perbuatan Dilarang dan Ketentuan Pidana:

1. Indecent Materials/Ilegal Content (Konten Ilegal). Sangsi: Pidana penjara paling lama 6-12 tahun dan/atau denda antara RP. 1 M – Rp. 2 M (Pasal 45 UU ITE).
2. Ilegal Access (Akses Ilegal). Sangsi: Pidana penjara paling lama 6-8 tahun dan/atau denda antara Rp. 600 juta – Rp. 700 juta (pasal 46 UU ITE).
3. Ilegal Intercedption (Penyadapan Ilegal). Sangsi: Pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling besar Rp. 800 jt (Pasal 47 UU ITE).
4. Data Interference (Gangguan Data). Sangsi: Pidana penjara max 8-10 Tahun dan/atau denda antara Rp. 1 M – Rp. 5 M (pasal 48 UU ITE).
5. System Interference (Sistem Interference). Sanksi: pidana penjara paling lama 10 tahun dan/ atau denda paling besar RP. 10 M (pasal 49 UU ITE).
6. Missue of devices (Penyalahgunaan Perangkat). Sanksi: pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling besar Rp. 10 M (pasal 50 UU ITE).
7. Computer related fraud dan forgery (Penipuan dan Pemalsuan yang berkaitan dengan komputer). Sanksi: Pidana penjara paling lama, 12 tahun dan/atau denda paling besar 12 M (pasal 51 UU ITE).

Daftar Pustaka:
http://www.docstoc.com/docs/20334278/seputar-uu-no-11-tahun-2008-tentang-informasi
http://www.tempo.co.id/hg/peraturan/2004/03/29/prn,20040329-17id.html

Analisa UU ITE

http://mala06-telematika-telematika.blogspot.com/2010_04_01_archive.html
http://freezcha.wordpress.com/category/internet/
http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik

Posted in TEKNOLOGI | Leave a comment

Dinamika Etika Dalam Pengguna TI

PENGERTIAN

Etika (ethic) bermakna sekumpulan azas atau nilai yangberkenaan dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) mengenaibenar salah tentang hak dan kewajiban yang di anut oleh suatugolongan atau masyarakat .TI dalam kontek yang lebih luas,merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin(computer dan telekomunikasi) dan teknik yang digunakan untukmenangkap (mengumpulkan), meyimpam, memanipulasi,menghantarkan dan menampilkan suatu bentuk informasi.komputer yang mengendalikan semua bentuk ide dan informasimemainkan peranan penting dalam pengumpulan, penrosesan,penyimpanan dan penyebaran informasi suara, gambar, teks danangka yang berasaskan mikroelektronik. Teknologi informasibermakna menggabungkan bidang teknologi seperti komputer,telekomunikasi dan elektronik dan bidang informasi seperti data,fakta dan proses.

Untuk menerapkan etika TI di perlukan terlebih dahulumengenal dan memaknai prinsip yang terkandung di dalam TI diantaranya adalah :

1. Tujuan teknologi informasi :memberikan kepada manusia untukmenyelesaikan masalah, menghasilkan kreatifitas, membuatmanusia lebih berkaria jika tanpa menggunakan teknologiinformasi dan aktivitasnya.
2. Prinsip High–tech–high– touch :jangan memiliki ketergantunganterhadap teknologi tercanggih tetapi lebih penting adalahmeninggkatkan kemampuan aspek “high touch “ yaitu“manusia” .
3. Sesuaikan tenologi informasi terhadap manusia : seharusnyateknologi informasi dapat mendukung segala aktivitas manusiayang harus menyesuaikan teknologi informasi .

MASALAH

Didalam organisasi modern, dan dalam bahasan ekonomis secara luas, informasi telah menjadi komoditas yang sangat berharga, dan telah berubah dan dianggap sebagai sumber daya habis pakai, bukannya barang bebas. Dalam suatu organisasi perlu dipertimbangkan bahwa informasi memiliki karakter yang multivalue, dan multidimensi. Dari sisi pandangan teori sistem, informasi memungkinkan kebebasan beraksi, Pengendalikan pengeluaran, mengefisiensikan pengalokasian sumber daya dan waktu. Sirkulasi informasi yang terbuka dan bebas merupakan kondisi yang optimal untuk pemanfaatan informasi.

Selain dampak positif dari kehadiran teknologi informasi pada berbagai bidang kehidupan, pemakaian teknologi informasi bisa mengakibatkan atau menimbulkan dampak negatif bagi pengguna atau pelaku bidang teknologi informasi itu sendiri, maupun bagi masyarakat luas yang secara tidak langsung berhubungan dengan teknologi informasi tersebut. Informasi jelas dapat disalah-gunakan. Polusi informasi, yaitu propagasi informasi yang salah, dan pemanfaatan informasi (baik benar atau salah) untuk mengendalikan hidup manusia tanpa atau dengan disadari merupakan suatu akibat dari penyalah-gunaan ini

SOLUSI

Solusi yang dapat di dikembangkan dalam meminimalisir dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi adalah sebagai berikut:
Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang cara menggunakan teknologi informasi dengan baik dan tidak melanggar etika. Sehingga teknologi informasi dapat dimanfaatkan dengan semestinya.
Pemerintah harus membuat suatu peraturan yang tegas terhadap setiap pelanggaran penggunaa teknologi informasi yang merugikan orang lain dan negara.
Masyarakat juga harus di beri penyuluhan untuk menggunakan teknologi yang di kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah di kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.

Posted on by budimansyahdwi | Leave a comment

SOSIO TEKNOLOGI DAN INFORMASI

SOSIO TEKNOLOGI DAN INFORMASI

SILAHKAN DIDOWNLOAD FILENYA DI LINK INI TERIMAKSIH

Posted in TEKNOLOGI | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in TEKNOLOGI | 1 Comment